Palai Pensi PalantAbo dari Tepian Danau Maninjau

Palai pensi PalantAbo di tepi Danau Maninjau
Palai pensi PalantAbo di tepi Danau Maninjau (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

MANINJAU , KLIKPOSITIF - Danau Maninjau , Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat memiliki pemandangan yang bisa memanjakan mata. Tidak hanya itu, Maninjau juga mempunyai banyak makanan khas yang memanjakan selera.

Mungkin masih ada yang beranggapan ketika menyebut Maninjau yang ada dalam benak kita bau anyir akibatdari kerusakan ekosistem danau. Tapi itu dulu, kini danau mulai membaik dan sudah banyak objek wisata yang bisa dikunjungi. Linggai Park, taman Muko-muko dan Palantabo.

Palanta atau istilah kekiniannya Coffee shop bukan saja tempat untuk menikmati secangkir kopi , tapi juga tempat untuk bersantai atau sekedar nongkrong bersama teman. Bahkan sebagai tempat untuk surfing di dunia maya, hingga berselancar ke dalam diri menemukan jiwa yang tenang.

baca juga: Harga Kopi Tak Stabil, Owner Minang Kajai Specialty Coffee Ini Beralih Profesi

Tak hanya itu saja, interior coffee shop tertentu juga menjadi daya tarik pendatang di tempat nongkrong minum kopi ini. Selain itu, suasana yang nyaman, tenang, dan pemandangan yang indah juga menjadi daya magnet bagi para pengunjung untuk datang kembali menyeruput kopi sambil menyaksikan keindahan alam yang terbentang.

PalantAbo terletak di tepian danau Maninjau Kabupaten Agam Sumatera Barat (Sumbar) siap memanjakan liburan anda dengan pemandangan yang asri dan minuman dengan cita rasa berbeda.

PalantAbo juga menyediakan parabuang (cemilan) khas daerah setempat seperti palai rinuak, palai pensi (pensi atau rinuak ikan endemik danau yang sudah diaduk dengan bumbu, dipepes dengan daun pisang).

baca juga: Akses Kelok 44 Ditutup Total Mulai Hari Ini, Pengendara Harus Lewati Jalan Lain

Jika biasanya pengunjung hanya bertemu dengan pensi asing, PalantAbo menyajikan dan mengkreasikan dalam bentuk yang berbeda serta menggugah selera.

Selain itu juga ada bada goreng (ikan endemik danau Maninjau ), kacang rebus matua, singkong goreng renyah, singkong kukus santan, pisang goreng madu, dan sejumlah aneka makanan khas lainnya.

baca juga: Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia Pilihan Wisatawan

Tidak main-main, PalantAbo dikelola langsung oleh seorang Roy Zakaria Rindorindo yang pernah menjadi bagian dari Hard Rock Caffe.

"Pak Roy yang mengelola langsung PalantAbo kita ini, beliau orang hard rock pertama yang datang ke Indonesia. Beliau juga pernah menjajal sejumlah caffe dan restoran ternama di sejumlah daerah di Indonesia," jelas Owner PalantAbo, Popi Mailani Rajo Bintang.

baca juga: Akses Kelok 44 Ditutup Total, Pengendara Dialihkan Ke Jalur Lain

Alasan anak ketiga dari Rajo Bintang (pemilik Hotel Maninjau Indah) ini memilih konsep palanta adalah untuk mengigat, menghidupkan kembali semangat ayahandanya dalam membangkitkan tradisi daerah, dalam rangka menggairahkan kembali pariwisata di Sumbar khususnya di Kabupaten Agam.

"Kalau kita di kampung kan tidak kenal dengan caffe shop, kita biasanya menyebutnya palanta. Konsep palanta ini tidak hanya untuk duduk minum kopi saja, tapi juga menjadi tempat untuk berdiskusi tentang banyak hal, bonusnya adalah mempromosikan keindahan danau Maninjau ," ujar kakak dari drummer kenamaan yang dikenal dengan Titi Sjuman dan Suci Indah Sari pemain film Si manis jembatan Ancol itu.

PalantAbo sendiri mulai dibuka pada 9 Maret 2020 lalu, namun tidak lama berselang terjadi wabah COVID-19. Popi bahkan sempat tidak membuka PalantAbo untuk sementara, mengingat wabah Covid-19 sudah masuk ke Sumbar. Namun setelah kondis Pandemi ini mulai membaik, PalantAbo kembali dibuka, tentunya tetap dengan menjalankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah.

Salah seorang pengunjung PalantAbo, Rina (34 tahun) mengaku beru pertama kali menyeduh kopi dengan kenikmatan yang berbeda. Menurutnya, bukan hanya cara penyajiannya saja yang unik menggunakan ibrik, tapi juga rasa kopinya yang sulit dilupakan.

"Rasanya unik, ada rasa kapulaga juga di dalamnya, kopinya beda, racikannya pas dan tidak berlebihan. Kalau yang suka kopi biasanya bisa membedakan, ada rasa yang unik di kopi ibrik ini," kata dia.

Saya juga tertarik dengan palai pensinya, rasanya beda dengan yang biasa saya makan di rumah makan di kawasan Agam ini. Rina mengaku senang menghabiskan akhir pekan di PalantAbo bersama keluarganya, selain makanan, dan minumannya yang khas, suasana dan pemandangan PalantAbo juga tepat untuknya melepas penat dari rutinitasnya di Kota Padang.

Hal berbeda disampaikan Andam Dewi (21 tahun), dia merasa senang berkunjung ke PalantAbo karena selain minuman dan makanannya tidak tidak mahal, lokasi PalantAbo juga instagramable untuk berfoto dan Selfi.

"Banyak sudut untuk berfoto, dan Selfi sama teman-teman. Pemandangannya indah, sejuk, dan tidak bising," katanya.

Bagi yang ingin menyalurkan bakat bernyanyi, di PalantAbo juga disediakan gitar akustik dan beberapa alat musik. Disela-sela waktu juga diputar lagu-lagu dari para musisi legend seperti Padi, dewa 19, gigi, naif, naff, Sheila on seven, dan banyak lagi yang lainnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir