Berawal dari Tugas Kelompok, Mahasiswa UNP Berhasil Jadikan Rebung Cemilan Nikmat dan Gurih

Dosen Mata kuliah Kewirausahaan UNP Husein Thamrin bersama Tirta Menia Marhiska, Suci Aprilia Hendri, Titania Suci Rahayu memperlihatkan produk kerupuk rebung
Dosen Mata kuliah Kewirausahaan UNP Husein Thamrin bersama Tirta Menia Marhiska, Suci Aprilia Hendri, Titania Suci Rahayu memperlihatkan produk kerupuk rebung (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Rebung yang biasanya dimanfaatkan untuk gulai disetiap pesta pernikahan di Minangkabau ternyata ditangan kreatif mahasiswa Universitas Negeri Padang ( UNP ) bisa menjadi kerupuk nikmat dan gurih.

Bambu muda itu disulap menjadi kerupuk yang renyah untuk cemilan sehari-hari. Pemanfaatan rebung menjadi makanan yang mempunyai keunikan dan nilai gizi yang tinggi tentunya akan menjadi sesuatu kelebihan tersendiri.

baca juga: Empat Strategi Ganefri dalam Bangun UNP Empat Tahun Kedepan

Cemilan tak biasa dari bambu muda atau yang biasa disebut rebung ini, memiliki kandungan serat dan kalium tinggi, aman dikonsumsi serta bebas bahan kimia, murah dan mudah didapatkan sehingga dapat menarik minat konsumen jika dipasarkan.

"Awalnya kami ada tugas kelompok mata kuliah kewirausahaan membuat produk yang unik. Di kampung saya Payakumbuh rebung ini sering dijadikan sayuran, tapi saya kepikiran untuk membuat kerupuk dari rebung," kata salah seorang mahasiswa Manajemen D3 Universitas Negeri Padang ( UNP ) pencetus kerupuk rebung Tirta Menia Marhiska, Senin 14 Oktober 2019 di Padang.

baca juga: Ganefri Lantik Wakil Rektor di Lingkungan UNP

Keinginan tersebut juga didorong dengan ketersediaan rebung yang berlimpah di kampung halamannya. Dengan pengetahuan seadanya, tirta bersama tiga orang temannya Suci Aprilia Hendri, Titania Suci Rahayu, Syukri Abdul Rahman membuat kerupuk rebung.

Tirta juga menjelaskan alasannya memilih rebung, karena senyawa utama yang terkadung dalam rebung mentah adalah air, yaitu sekitar 91 persen. Disamping itu, rebung juga mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin C, serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium.

baca juga: UNP Wisuda Virtual 869 Lulusan

"Bila dibandingkan dengan sayuran lainnya, kandungan protein, lemak, dan karbohidrat pada rebung, tidak berbeda jauh," kata dia.

Rebung juga mempunyai kandungan kalium cukup tinggi, kadar kalium per 100 gram rebung adalah 533 mg. Makanan yang sarat kalium, yaitu minimal 400 mg, dapat mengurangi risiko stroke. Peran kalium mirip dengan natrium, yaitu bersama-sama dengan klorida, membantu menjaga tekanan osmotik dan keseimbangan asam basa. Kalium menjaga tekanan osmotik dalam cairan intraseluler, dan sebagian terikat dengan Protein.

baca juga: Hidup Susah Sejak Kecil, Drs. H. Marlis, M.M Sukses Jadi Pengusaha dan Politisi Berpengaruh

"Kalium juga membantu mengaktivasi reaksi enzim, seperti piruvat kinase yang dapat menghasilkan asam piruvat dalam proses metabolisme karbohidrat Gejala kekurangan kalium biasanya berupa pelunakan otot. Ini kandungan rebung yang kami ketahui dari internet," jelas dia lagi.

Kandungan serat pangan pada rebung juga cukup baik. Kandungan serat pangan pada rebung adalah 2,56 persen, lebih tinggi dibandingkan jenis sayuran tropis lainnya, seperti kecambah kedelai (1,27 persen), pecay (1,58 persen), ketimun (0,61 persen), dan sawi (1,01 persen).

"Prosesnya sederhana sekali, awalnya rebung direbus, tambahkan garam secukupnya, dijemur, setelah kering baru digoreng," tambah dia.

Sementara itu, Dosen pembimbing Mata kuliah Kewirausahaan Husein Thamrin menambahkan, ia cukup terkesan dengan kreativitas sejumlah mahasiswanya. Salah satunya dengan menjadikan rebung sebagai olahan yang tak biasa, kerupuk yang renyah dan gurih.

"Bagus sekali ide mereka, insyaallah kami akan gandeng mahasiswa tata boga dan kimia untuk membantu menyempurnakan pembuatan kerupuk rebung ini. Kandungannya bagaimana, dan apa saja yang perlu ditambahkan karena masih banyak kekurangan dari proses pembuatan kerupuk rebung ini," jelas Pria kelahiran Solok ini.

Salah satu kelemahannya, mahasiswa belum bisa membedakan mana rebung yang manis, yang pahit dan tidak bisa digunakan. "Mereka juga pernah ikut Minang Entrepreneurs Award (MEA) tahun 2019, tapi belum beruntung karena masih ada kekurangan dalam produknya," pungkas dia. 

Penulis: Joni Abdul Kasir