Penyelam di Sumbar Angkut 74 Kilogram Sampah Plastik dari Kedalaman

"Berbagai sampah ditemukan di kedalaman dan merusak ekosistem laut"
Traffic cone atau pembatas jalur lalu lintas yang telah mengendap di dalam laut ditemukan dan diangkut keluar dari dalam laut. (Dokumen Indrawadi Mantari)
juga terselip di antara terumbu karang yang masih sehat," ungkap Tanhar.

Menurutnya, ketika hal ini terus terjadi terutama tidak ada niat mengurangi penggunaan plastik, sudah dapat dipastikan bakal berdampak bencana dan mengancam segala ekosistem yang ada di dalam laut.

"Ketika kesadaran peduli lingkungan tidak dirawat dan dimulai dari diri sendiri serta lingkungan sosial, sudah barang tentu akan mengancam kehidupan masa depan kita. Sebab, sampah plastik dapat memutus mata rantai ekosistem dan berdampak pada kerusakan alam hingga ke generasi-generasi berikutnya," ujarnya. 

Para komunitas pecinta laut dan penyelam di Padang, Sumbar tergabung atas Nature educaTed Scuba Diving (Nat Dive), UKM Diving Proklamator dan Deep Andespin West Sumatra serta Minangkabau Diver berharap dan mengimbau peran seluruh pihak.

Baik itu dari unsur pemerintah, serta individual sosial untuk sama-sama merawat laut. Selain itu para pelaku industri plastik untuk dapat mengurangi pemakaian plastik dan tentunya mendorong pemerintah lebih serius lagi mengambil kebijakan terkait hal ini dalam menyelamatkan wilayah perairan Indonesia dari polusi sampah, seperti kebijakan dan penekanan disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti.

"Merawat lingkungan dan laut itu sangat sederhana, yakni kita mulai dari diri kita sendiri. Kami juga mendorong pemerintah agar lebih serius dalam hal menekan polusi plastik lewat kebijakannya. Demikian halnya dengan pelaku industri untuk mengurangi beban pembungkus produknya atau menggunakan kantong-kantong pembungkus produk yang higienis," tuturnya.

Sementara itu, Indrawadi Mantari dari Diving Proklamator UBH menyampaikan, ketika turun ke lapangan atau sedang trip diving, memang acap melakukan agenda pungut sampah. Seperti misalnya, dilakukan para mahasiswa berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Diving Proklamator (UKM-DP) Universitas Bung Hatta ketika ke lapangan mendata terumbu karang, scuba diving ... Baca halaman selanjutnya