Goa Torus, Keindahan Alam Tersembunyi di Pasbar

Camat Gunung Tuleh, Randy Hendrawan bersama istri saat jelajahi Goa Torus
Camat Gunung Tuleh, Randy Hendrawan bersama istri saat jelajahi Goa Torus (Ist/Robi Sam Staf Humas Setdakab Pasbar)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ) di Sumatera Barat adalah salah satu daerah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di provinsi itu. Namun dibalik itu menyembunyikan potensi keindahan alam yang sangat menakjubkan.

Selain memiliki gunung Talamau yang menjadi gunung tertinggi di Sumatera Barat dan memiliki Pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

baca juga: Diduga Hilang Kendali, Pedagang Jeruk Tewas Tabrak Truk Fuso Sedang Parkir di Pasbar

Selain memiliki Danau Laut Tinggal di ketinggian 1900 Mdpl. Pasaman Barat juga memiliki keindahan alam tersembunyi dan menakjubkan yakni Goa Torus. Namun keindahan alam itu tidak banyak diketahui karena belum terkelola dengan baik.

Goa Torus tersebut berada di diketinggian sekitar 700 Mdpl, yang berada di Jorong Kampung Guo didalam kawasan Nagari (Desa) Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat-Sumatera Barat.

baca juga: Pemerintah Akan Lanjutkan Pembenahan Infrastruktur Pendidikan di Politeknik Negeri Padang dan Kampus Lainnya

Goa Torus terletak dalam perut jajaran pegunungan bukit barisan yang berdiameter sekitar 10meter. Goa yang berkedalaman sekitar 2000meter itu akan menyajikan Stalagmit dan Stalaktit.

Stalagmit adalah pembentukan gua secara vertikal (tumbuh dari bawah ke atas). Stalagmit ditemukan dilantai gua yang berupa batuan, yang terbentuk dari kumpulan kalsit yang berasal dari air yang menetes. Mineral yang dominan dalam pembentukan stalagmit adalah kalsit (kalsium karbonat).

baca juga: Kabar Baik, Bukittinggi Sudah 12 Hari Tanpa Tambahan Kasus COVID-19

Sedangkan Stalaktit adalah sejenis mineral sekunder (speleothem) yang menggantung di langit-langit gua kapur. Nah, inilah yang sering kita lihat ada di langit-langit atas gua torus.

Keberadaan Goa Torus yang eksotis ini belum banyak diketahui oleh para wisatan luar. Namun untuk wisatawan lokal, Goa ini sudah sering dikunjungi.

baca juga: Pemko Bukittinggi Perpanjang Pasar Sementara di Jalan Soekarno-Hatta

Bagaimana rute perjalanan menuju ke Goa yang memiliki Stalagmit dan Stalaktit itu?. Berikut akses perjalanan menuju Goa Torus berdasarkan data yang dihimpun dari beberapa sumber.

Rute menuju Goa Torus, para penjelajah alam harus menempuh perjalanan sekitar 4 jam perjalanan darat dari Kota Padang menuju daerah Simpang Empat yakni Ibu kota Kabupaten Pasaman Barat. Lalu dari Simpang Empat, perjalanan dilanjutkan menuju Nagari Paraman Ampalu Kecamatan Gunung Tuleh, dengan jarak tempuh selama satu jam dengan kendaraan bermotor.

Tujuan selanjutnya adalah Jorong Kampung Guo yang berada dikawasan Nagari Rabi Jonggor, yang hanya memakan waktu sekitar 40 menit. Sesampai di Jorong Kampung Guo, pecinta alam hendaknya berjalan kaki menuju Goa Torus yang hanya berjarak 500meter dari pemukiman warga, mengingat akses jalan yang begitu sempit dan curam.

Disarankan untuk para wisatawan agar memakai jasa pemandu jika belum mengetahui keberadaan pintu masuk Goa dan rute dalam Goa. Hal itu dikarenakan agar tidak tersesat selama menjelajahi Goa tersebut. Sebab, belum ada pengelola resmi objek wisata alam Goa Torus ini.

Menurut Camat Gunung Tuleh, Randy Hendrawan. Goa Torus pada awalnya goa alami yang dimanfaatkan warga setempat untuk memperoleh sarang burung walet. Namun seiring berjalannya waktu, Goa itu berubah fungsi menjadi objek wisata," jelasnya.

Selain memiliki Danau Laut Tinggal, Guo Torus merupakan salah satu objek wisata alam andalan di Kecamatan Gunung Tuleh, yang keberadaannya perlu mendapat perhatian serius. Sebagai salah satu potensi daerah.

"Guo Torus harus terus dibenahi keberadaannya, dengan melengkapi sarana dan prasarana yang menunjang keberadaan wisatawan di lokasi tersebut, sehingga bisa menjadi ikon kebanggaan daerah.

Ada banyak hal yang masih perlu dibenahi dari segi sarana dan prasarana penunjang. Kita harap dinas terkait dapat memberikan perhatian kepada salah satu objek wisata kebanggaan masyarakat Gunung Tuleh ini," harap Randy.

Tentunya jika sudah dibenahi dengan baik, maka objek wisata Guo Torus akan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat, seperti dalam hal peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata .

"Pasti berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Itu yang kita harapkan dari pengembangan potensi wisata goa ini," tutur Randy. [Irfan Pasaribu]

Penulis: Eko Fajri