Siapa Sangka, Permen Legendaris Ini masih Dijual di Bukittinggi

"Tak banyak lagi yang mencicipi produk lokal sehingga permen lokal ini mulai menghilang karena kalah saing"
Permen legendaris yang masih dijual di Bukittinggi (KLIKPPSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Dewasa ini, orang lebih banyak mengkonsumsi permen pabrik yang hadir dengan beraneka rasa dan kemasan menarik. Tak banyak lagi yang mencicipi produk lokal sehingga permen lokal ini mulai menghilang karena kalah saing.

Namun, di Bukittinggi ternyata masih ada dijual permen legendaris yang disebut Gulo-gulo Tareh, tepatnya di tangga penghubung antara Pasa Ateh dan Pasa Lereng atau di samping Pasa Botik. Pantauan KLIKPOSITIF pada Kamis 27 Desember, setidaknya ada tiga penjual yang masih menjual produk khas anak negeri ini.

Salah satunya adalah Nia, warga asal Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Agam, yang sudah tiga generasi memproduksi dan memasarkan langsung permen tradisional ini. Gulo-gulo Tareh, terbuat dari gula tebu yang dimasak selama enam jam. Kemudian gula tebu yang mengeras, dibentuk dan dipotong berukuran bulat.

Beberapa juga dibuat dalam bentuk memanjang, dibuat serba manual. Agar tak melekat, permen warna cokelat ini dicampur dengan tepung ubi yang hambar. Tentu saja, sensasi manis dari gula tebu bertemu dengan tepung ubi membuat mulut terasa segar.

Selanjutnya, permen ini dibungkus dalam plastik kecil-kecil dan siap dipasarkan. Permen ini keras bukan buatan. Jika belum lumer di mulut, akan susah sekali menggigitnya. Sebab itu, permen ini diberi nama Gulo-Gulo Tareh yang dalam bahasa Indonesia bisa bermakna permen yang keras.

Harganya murah meriah, bungkus kecil yang berisi 10-15 permen dijual dengan harga Rp2.500 saja, sedangkan bungkus besar harga Rp10.000. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi, ini oleh-oleh yang cocok dibawa. Rasanya yang segar, harga miring dan tahan lama, menjadi keunggulan Gulo-Gulo Tareh.

[Hatta Rizal]